Senin, 27 Juli 2009

IMAM DALAM KELUARGA

Santo Yosep

Dewasa ini umat katolik,dalam hal ini keluarga sebagai Gereja kecil telah kehilangan semangat bahwa , ayah adalah imam dalam keluarga.Banyak kaum ibu yang mengeluh bahwa suami justru yang harus dioyak2 untuk mis: kegereja yang seharusnya adalah tugas suami.Dalam acara2 lingkungan pertemuan banyak didominasi kaum ibu,bahkan OMK tak kelihatan sama sekali.Selain karena kesibukan studi,juga karena mereka kehilangan Figur imam dalam hal imam dikeluarga.Untuk itu mari para suami tampillah lagi bahwa kita adalah imam dalam keluerga.Bagi yang sudah pensiun atau manula,kita akan menjadi pendoa yang besar kuasanya bagi keluarga dan anak cucu kita terutama dalam iman anak cucu kita,karena kita punya banyak waktu untuk berdoa,berpantang dan bermati raga.Apalagi sekarang banyak anak muda yang meninggalkan iman kepada Kristus, karena pasangan hidup maupun karena ketidaktahuan akan iman katolik.

Minggu, 10 Mei 2009

KETIKA KITA MENCOBA MEMAHAMI

SANTO PETRUS

Pada sutu ketika seorang anak sma diajak ke suatu desa tempat kelahiran ayahnya, si anak yang merasa sudah berpengalaman(dari pelajaran disekolah,buku dan internet) berguman:apa yang saya dapatkan disana? jawab sang ayah:" kamu disana akan memahami suatu realita yang mungkin tidak kamu dapati di Jakarta!"." Contohnya?" jawab si anak." kambing misalnya", jawab sang ayah."Pa kambing aku tahu semuanya mulai dari sistem pencernaan, klasifikasinya,spesiesnya, pokoknya lebih tahu dari orang desa". si ayah hanya tersenyum.Pada suatu ketika sampai didesa didapati si kakek baru saja menggembalakan kambing. Sang kakek berkata ," cucu sini pegang tali kambing ini, kakek mau memberitahu nenekmu di sawah kalau kamu sudah datang!".si cucupun memegang tali kambing itu.kareana berhadapan orang asing maka kambing yang tadinya jinak mulai ribut sehingga sicucu terseret bahka juga kena kotoran kambing sehingga ia menggerutu apalagi bau prengus dari kambing yang membuat ia mual.Sang ayah pun tersenyum,sambil berkata,"Nak kadang kita sombong dengan pengetahuan dan kemoderenan kita,tetapi semua itu tak ada bandingmya dengan bila kita mengalaminya sendiri,bukankah bau kas kambing tidak kamu temukan di internet?.
Demikian juga dalam hidup beriman, begitu banyak orang belajar teologi atau studi alkitab bahkan sampai keluar negri tetapi bersikap sombong sehingga sering menyebut ajaran gereja (yang merupakan warisan para bapa gereja) sebagi yang sesat dan tidak alkitabiah dengan alasan tidak terdapat dialkitab bukan kah bau khas kambing tidak terdapat diinternet?tetapi itu nyata? atau mungkin tertulis bahwa kambing bau, tetapi baunya seperti apa kita tak bisa mengalaminya? demikian juga para bapa langsung mengalaminya, masihkah kita bersikap sombong dapat menyalahkan para bapa gereja yang mengalami langsung 2000 th yang lalu?

Selasa, 14 April 2009

Paskah 2009



Selamat Paskah, semoga paskah kali ini kita juga ikut bangkit dalam iman sehingga yang akan datang lebih bersemangat dalam pelayanan sehingga lebih dapat menghadirkan kerajaan Allah di bumi.Di salah stasiun TV dalam rangka paskah menyajikan film karya Mel Gibson yang sangat terkenal,disitu ditampilkan suatu pesan kitab suci bahwa sulit untuk setia pada Yesus yang disalib, dalam kitab suci hanya Maria bundaYesus ,Maria Magdalena dan Yohanes yang berani berada disamping Yesus saat2 ajalnya. Menang setia terhadap Yesus yang tersalib memang berat, bahkan marid-murid Yesus jaman modern yang mewartakan Yesus dengan bersemangat dan menggebu2pun sampai tak sudi melihat Yesus yang tersalib padahal hanya sebuah salib dengan corpus,apalagi bila mengalami sendiri peristiwa penyaliban bisa jadi malah ikut mengolok2.Alasannya sih aku menyembah Yesus yang sudah bangkit(mungkinkah Yesus bangkit jika seandainya dia tidak menderita?).Atau ada wanita yang sudah S2 bidang teologi menempatkan Maria pada hanya sekedar numpang lewat bahkan ia menganggap Maria menghalang2i karya Yesus, sudikah ia ditawari mengandung seorang bayi yang bukan hasil perbuatan dia dengan seorang laki2 padahal resikonya dirajam? Atau setia dengan hati hancur lebur mengikuti jalan salib putranya? hanya kita masing2 yang tahu jawabannya.

Kamis, 12 Maret 2009

HABITUS BARU


USKUP AGUNG SEMARANG
MGR.IGNASIUS SUHARYO

GEREJA KATEDRAL SEMARANG


Gereja khususnya keuskupan agung semarang sedang mendengungkan habitus baru,baik baru selesai konggres ekaristi di gua kerep Ambarawa juga mengajarkan untuk umat 2 ikan 5 roti yang diharapkan umat peduli akan lingkungan sekitar untuk berbagi dengan orang yang lemah dan tersingkir.Tetapi disatu pihak umat berharap Gereja juga peduli akan kenyataan disekitar Gereja sendiri yang banyak pembenahan. Gereja terutama uskup sebagai yang tertinggi pada hirarkhi Gereja lokal juga diharapkan powernya untuk mempengaruhi minimal pada yayasan baik pendidikan maupun pelayanan kesehatan yang memakai nama "katolik" untuk peduli dengan minimal pegawainya, jangan sampai gedungmya megah2 tetapi kesejahteraan pegawainya kalah dengan yayasan lain diluar katolik. bahkan mungkin saja pegawainya tidak pernah bisa menikmati fasilitas yang digelutinya misal:seoramg guru diyayasan katolik mau menyekolahkan diyayasan katolik saja tidak mampu,atau orang yang bekerja di yayasan kesehatan bila sakit saja tidak mampu berobat dirumah sakit katolik. ini sungguh ironis dan menyakitkan. Dalam hal ini Gereja khususnya uskup harus turun tangan. Karena bagaimanapun nama baik Gereja ikut terpengaruh dengan hal ini.Mengapa? karena kebanyakan mereka yang mempunyai adalah orang2 berjubah,jangan sampai jubah membuat gerah bukan berkah.Ini bukan untuk mengadili tetapi untuk refleksi kita bersama.Untuk yang paling dasar cobalah mendengar keluh kesah nereka yang terlibat didalamnya.Ini belum pegawai rumah tangga di paroki , memang orang yang bekerja di bidang itu tidak semata2 karena materi,tetapi juga merasul tetapi kan tidak boleh mencekoki mereka dengan ayat2 supaya tidak minta perbaikan nasib atau menakuti mereka akan di PHK bila mereka minta perbaikan kesejahteraan.

Rabu, 11 Februari 2009

MERASUL DENGAN DOA



Kisah orang-orang yang mendoakan orang lain dan akhirnya bertobat banyak kita dengar kesaksiannya. Dalam sejarah Gereja, misal santo Agustinus karena doa ibunya membuat Ia yang berandalan bahkan mempunyai anak diluar nikah, mengikuti ajaran manikeisme akhirnya bertobat menjadi katolik bahkan menjadi santo.Bahkan diabad yang serba maju ini menjadi evangelis atau penginjil atau penjala manusia kek namanya akan lebih masuk akal jika dengan doa dan perbuatan. Oleh sebab itu marilah kita mulai mendoakan anggota keluarga,sahabat atau lebih-lebih yang sangat membenci Kristus dan juga tak ketinggalan mereka yang diam-diam atau terang-terangan meninggalkan Gereja,syukur-syukur dengan berpantang atau mati raga

Jumat, 30 Januari 2009

IMLEK DAN REFLEKSI KEIMANAN KITA



Imlek baru saja berlalu, pernak pernik imlek masih terpasang, kue atau sajian imlek mungkin belum habis bahkan angpau mungkin belum dihitung. Saudara kita yang merayakan imlek memang wajib bersyukur disamping sudah menjadi libur nasional setelah perjuangan bertahun-tahun, juga Gereja (dalam hal ini Gereja Katolik) membuka kran lebar-lebar untuk perayaan imlek dengan mengadakan misa imlek terutama di gereja-gereja paroki. Oleh sebab itu hendaknya dijadikan bahan refleksi bagi orang yang merayakan imlek terutama yang menganut Katolik. Dengan cara merefleksikan kembali sejauh mana menyelaraskan hal -hal yang berbau imlek dengan ajaran Gereja.

1.Masih banyak orang yang mengaku beragama katolik saat imlek justru pergi ke Klenteng untuk berdoa pada dewa-dewa disana,padahal seluruh anggota keluarga inti sudah katolik disamping Gereja juga sudah dengan tulus ikhlas bersedia mengadakan misa imlek inikah yang banyak terjadi. Bukankah ini justru menodai keduanya? pihak gereja dan klenteng? Kalau masih dalam partisipasi budaya memang tidak masalah tetapi kalau sudah ritus ini yang harus diluruskan (PR untuk Gereja terutama Hirarkhi untuk memberi aturan yang jelas, kalau perlu dengan surat gembala) ,sehingga Gereja tidak dimanfaatkan oleh mereka yang pura-pura katolik supaya anaknya mudah masuk sekolah katolik favorit misalnya,padahal hatinya tidak pernah katolik.

2.Memaknai nilai imlek dengan nilai kristiani . Misal pemberian angpau tidak sekedar dari yang lebih tua ke yang muda,yang bekerja ke yang belum bekerja ,yang menikah ke yang belum menikah (maaf kalau salah) ,tetapi hendaknya dari yang mampu ke yang tidak mampu terutama yang terpinggirkan dan ini kalau bisa tidak hanya waktu imlek saja.Kumpul keluarga dan menyambung silahturahmi tetap dipertahankan (sehingga iklan di koran bahwa telah putus hubungan keluarga tidak ada lagi). Sungkem kepada orang yang lebih tua juga harus dipertahankan (walaupun sudah menganggap dirinya modern).

3.Lihatlah pernak pernik yan digunakan di rumah atau tempat usaha anda!. Sebab banyak sekali rumah orang katolik diatas ambang pintu dipasang salib tetapi disaat yang sama juga dipasang rajah atau tulisan tertentu katanya bisa membuat ini dan itu padahal kalau ditanya artinya tidak tahu, bahkan walaupun sudah katolik tidak mantap rasanya kalau tempat usahanya tidak ditaruh patung dewa uang. Kalau hanya sebagai hiasan sih masih bisa ditoleransi tapi kalau beranggapan patung tersebut yang membuat kaya atau laris? inilah masalahnya.

4.Menyelaraskan imlek denan tema natal th lalu yaitu hidup damai dengan semua orang. Mungkin ada yang merasakan diskriminasi, tapi refleksikan dulu pribadi kita masing2 apakah kita juga bersikap diskriminasi?

Hendaknya kalau sudah berketapan hati mengikuti Kristus ya hendaknya total! tidak menoleh kebelakang lagi tapi kalau ragu minta petunjuk Gereja jangan minta petunjuk perorangan yang belum tentu benar menurut Gereja. Selamat imlek , gong xi fa cai ,Tuhan memberkati, syallom!

Minggu, 25 Januari 2009

GONG XI FA CAI

Barongsai

Demam imlek sudah melanda dimana-mana baik media massa yang berlomba-lomba untuk mengupas imlek maupun pusat -pusat perbelanjaan yang menampilkan pernak pernik imlek. Tak ketinggalan umat Katolik yang merayakan imlek. Tetapi banyak umat katolik yang kalau ditanya kemana saja kalau imlek? Jawabannya mengejutkan ke Klenteng ikut sembayangan. Bukankah banyak Gereja Katolik yang menyelenggarakan misa imlek mengapa tidak datang saja bersama-sama keluarga ke gereja ikut misa imlek? Bukankah seluruh keluarga sudah katolik? Inilah PR kita semua umat katolik bahwa kita kadang kala tidak bisa memilah milah mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan. Memang ada yang berdalih bahwa walaupun berdoa didepan patung dewa dengan menyalakan hio tapi aku berdoa pada Tuhan kok!. Tapi etiskah? Berbahagialah anda yang merayakan imlek bahwa Gereja sudah demikian terbuka dengan mengadakan misa imlek tapi mengapa tak anda hargai? Lihatlah banyak gereja lain yang mengharamkan kebaktian imlek hendaknya ini buat renungan kita bersama selamat tahun baru kerbau semoga rejeki dan kesejahteraan selalu menyertai kita. GONG XI FA CAI!